Codex Sinaiticus (disimpan London, British Library, Add. 43725; Gregory-Aland no. א (Aleph) atau 01) adalah sebuah naskah manuskrip lengkap Perjanjian Baru yang berasal dari abad ke-4. Naskah ini ditulis menggunakan huruf kapital Yunani (uncial). Selain kitab Perjanjian Baru, naskah ini juga memuat bagian besar Septuaginta. Bersama dengan Codex Vaticanus, Codex Sinaiticus adalah salah satu naskah terpenting Perjanjian Baru dan juga Septuaginta dalam bahasa Yunani dalam merunut sejarah tekstualnya
Sebuah bagian Codex Sinaiticus, berisikan kitab Ester 2:3-8.
Codex Sinaiticus ditemukan oleh Constantin von Tischendorf pada perjalannya yang ketiga ke Biara Santa Katarina, di Gunung Sinai, Mesir, 1859. Perjalanannya yang pertama dan kedua, menghasilkan penemuan potongan-potongan naskah dari Perjanjian Lama, beberapa di antaranya berasal dari tempat sampah. Tsar Alexander II dari Rusia lalu menyuruhnya untuk mencari naskah-naskah lain, yang diyakininya masih bisa ditemukan di biara Sinai ini.
Cerita bagaimana Von Tischendorf menemukan naskah manuskrip ini, yang
mengandung sebagian besar kitab Perjanjian Lama dan semua kitab
Perjanjian Baru, mirip dengan cerita sebuah roman. Von Tischendorf
mencapai biara ini pada 31 Januari; tetapi penyelidikannya tidak membuahkan hasil. Pada 4 Februari,
ia sudah memutuskan untuk pulang tanpa mencapai hasil perjalanannya.
"Maka pada hari itu, ketika sedang berjalan-jalan dengan kepala biara,
ia menyesali kegagalannya. Setelah kembali dari berjalan-jalan, Von
Tischendorf menemani sang biarawan kembali ke kamarnya dan di sana ia
menunjukkan kepadanya sebuah salinan naskah yang disebutnya sebagai
salinan naskah Septuaginta yang dimiliki oleh biarawan ini.
Naskah manuskrip ini dibungkus sehelai kain dan ketika gulungan dibuka,
Von Tischendorf sekaligus terkejut dan merasa gembira karena inilah
dokumen yang dicari-carinya sementara ia sudah putus asa tak akan
menemukannya. Tujuannya ialah untuk melengkapi potongan Septuaginta yang ditemukannya tahun 1844 dan yang dinyatakannya merupakan naskah perkamen Yunani berbentuk codex (buku)
yang tertua. Tetapi tidak hanya itu yang ditemukannya, melainkan ia
juga menemukan sebuah salinan kitab Perjanjian Baru Yunani yang lengkap,
tidak kurang satu halaman atau satu paragraf jua." Maka setelah
bernegosiasi berapa lama, Von Tischendorf memperoleh naskah yang sangat
berharga ini dan mengirimkannya kepada Tsar Alexander II di Rusia yang
betul-betul menghargainya, Kemudian beliau menyuruh untuk menerbitkan
naskah ini dalam bentuk faksimile supaya tulisan kuna ini bisa langsung diperlihatkan ke khalayak yang lebih ramai.
Seluruh naskah berbentuk codex ini terdiri atas 346 1/2 halaman folio,
dan ditulis dalam empat kolom. Dari semua folio ini 199 memuat teks
kitab Perjanjian Lama dan 147 1/2 teks kitab Perjanjian Baru.
Kitab-kitab Perjanjian Baru disusun sebagai berikut: keempat Injil, Surat-surat Rasul Paulus, Kisah Para Rasul, Surat-surat Katolik (Catholic Epistles), dan Kitab Wahyu. Meski beberapa bagian dari kitab Kejadian dan Bilangan
kemudian ditemukan dijilid pada buku-buku yang lain, lalu mereka
berbaik hati dan kemudian dikirim ke Von Tischendorf. Namun oleh
pengurus biara sekarang Codex ini dianggap dicuri.
Pada bulan Mei 1975 sewaktu sedang direnovasi, para biarawan biara Santa Katarina menemukan sebuah ruangan di bawah kapel St. George yang mengandung banyak fragmen-fragmen perkamen. Di antara fragmen-fragmen ini, tigabelas halaman Codex Sinaiticus dari kitab Perjanjian Lama yang hilang, ditemukan.